Kamis, 14 Januari 2010

[sayang banget] “PERMAINAN TRADISIONAL KIAN TERSISIH”






Sebelum kita ngomongin lebih lanjut tentang bermain atau mainan, mungkin kita pelu tahu, sebenernya apa kegunaan dari bermain itu sendiri. Menurut tokoanakcerdas.com manfaat dari bermain adalah

a. Belajar dari permainan (Learning by playing)
Permainan seharusnya memiliki nilai seimbang dengan belajar. Anak dapat belajar melalui permainan (learning by playing). Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan, keimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat memengaruhi perkembangan psikologi anak. Seperti kata Reamonn O Donnchadha dalam bukunya The Confident Child “Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah”.

b. Permainan mengembangkan otak kanan
Disamping itu tentu saja anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebayanya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Bermain melalui permaianan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah di sekolah maupun di rumah.

c. Permainan mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi yang menempatkan dirinya sebagai mahluk sosial. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran “baik” atau “jahat” membuat anak kaya akan pengalaman emosi, anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

Dengan kegiatan bermain memberikan kesempatan kepada anak untuk mempraktikkan rasa percayanya kepada orang lain dan kemampuan dalam bernegosiasi, memecahkan masalah (problem solving) atau sekedar bergaul dengan orang sekitarnya.

Permainan tradisional adalah permainan yang dimainkan oleh anak-anak Indonesia dengan alat-alat yang sederhana, tanpa mesin, bahkan ada yang hanya bermodal ‘awak waras’ atau ‘badan sehat’. Maksudnya, asalkan anak tersebut sehat, maka ia bisa ikut bermain. Jenis permainan ini. juga sering disebut ‘dolanan’.

Permainan tradisional bukanlah permainan yang tanpa makna melainkan permainan yang penuh nilai-nilai dan norma-norma luhur yang berguna bagi anak-anak untuk memahami dan mencari keseimbangan dalam tatanan kehidupan. Oleh karena itu, permainan tradisional yang diciptakan oleh leluhur bangsa ini pun berdasar atas banyak pertimbangan dan perhitungan.

Hal ini karena leluhur kita mempunyai harapan agar nilai-nilai yang disisipkan pada setiap permainan tersebut dapat dilaksanakan anak-anak dalam setiap tindakan dan perbuatannya dengan penuh kesadaran atau tanpa adanya paksaan.

Suatu kenyataan, bahwa banyak masyarakat Indonesia mulai dari anak-anak sampai mereka yang telah dewasa pun kini asyik di depan layar TV, komputer, dan handphone untuk bermain game. Mereka bahkan rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk melengkapi aplikasi game mereka. Hal tersebut tidak mengherankan karena permainan ini tidak memerlukan tempat khusus dan luas serta bisa dimainkan sendiri.

Permainan ini pun telah menggunakan teknologi modern sehingga dengan memainkannya mereka tidak akan dikatakan ketinggalan zaman. Berbeda dengan permainan modern ini, permainan tradisional memang tidak menggunakan teknologi canggih bahkan terkesan kuno. Mungkin ketika kita mendengar kata tradisional saja kita sudah enggan untuk memainkannya.

Disaat permainan modern berkembang pesat dengan jenis-jenisnya yang makin variatif, permainan tradisional kini kian tersisih; tertinggal bahkan terlupakan. Mungkin saat ini hanya sedikit dari kita yang masih tahu jenis-jenis permainan tradisional seperti lompat tali , petak umpet , petak jongkok, benteng, gobak sodor (yang diambil dari bahasa inggris adalah go back to door), dakon, gasing, dan lain sebagainya.

Bahkan bisa jadi permainan ini tidak dikenal anak-anak sekarang yang tinggal di kota-kota besar. Sangat aneh rasanya jika kita berharap mereka memainkanya sedangkan permainan ini terasa asing bagi mereka. Salah satu permainan tradisional yang sempat populer adalah benteng.

Masih ingetkah kalian dengan permainan ini? Yak, bagi yang lahir di era 1980 an mungkin pernah merasakan ya…..



Sebenernya masih banyak lagi tuh, waktu jaman SD gw, ada do mi ka do yang buat nervous, siapa kalah dia keluar dari permainan, cublak-cublak suweng, yaitu main diatas punggung temen sambil nyanyi cublak-cublak suweng, ABC 5 Dasar (waduh bisa berlembar-lembar kertas), BINGO, main kasti sampe kena gebok super dahsyat dan bola keranjang juga ngetrend.


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3141601

www.wijayafm.blogspot.com