Minggu, 17 Januari 2010

Menyedihkan, 2 Gajah pandai tewas dicincang di Riau!!






Pekanbaru: Dua gajah yang sudah terlatih ditemukan tewas mengenaskan. Kepalanya dicincang untuk diambil gadingnya.

Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, di Kabupaten Siak Riau, memiliki 32 ekor gajah terlatih. Kini jumlahnya berkurang, kaarena dua ekor gajahnya mati diracun oleh para pemburu liar untuk mendapatkan gadingnya.

Dua ekor gajah ini tewas di lokasi pengembalaan. Keduanya tewas di racun, selanjutnya kepalanya dicincang untuk diambil gadingnya. Tapi gadingnya berhasil ditemukan tim PLG yang disembunyikan di pinggir jalan.

Kisah Gajah Pandai

Setiap gajah di PLG itu memiliki nama masing-masing. Tomi gajah berusia 23 tahun tergolong gajah yang pandai. Gajah jantan ini panjang gadingnya hampir mencapai satu meter. Itu sebabnya dia menjadi sasaran empuk untuk dibunuh. Selama di PLG, Tomi termasuk gajah andalan.

Ini karena Tomi termasuk paling cepat menerima sejumlah ‘pelajaran’ yang diberikan para pawang gajah. Tomi selama ini dijuluki Gajah Patroli. Dia memiliki tugas untuk melakukan Patroli di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Kasim yang letaknya berada di tiga wilayah, Pekanbaru, Kabupaten Siak, dan Bengkalis. Di kawasan Tahura inilah, dijadikan koservasi gajah sumatera.

Spoiler for gambar:



“Tomi itu andalan kami sebagai gajah patroli. Dia juga akan melatih gajah-gajah liar yang baru bergabung. Untuk menjinakan gajah-gajah yang baru tahap latihan, kita menggunakan Tomi sebagai ujung tombak kita,” kata Kepala PLG Minas, Muslino dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (8/05/2009) di Minas.

Berdasarkan catatan pihak PLG, pada tahun 2005 silam, Tomi juga nyaris menjadi sasaran perburuan liar. Waktu itu Tomi juga sempat menelan racun yang diumpan di areal pengembalaan. “Saat itu Tomi selamat dari maut. Tapi sekarang Tomi mati diracun. Kami benar-benar kehilangan dia,” kata Muslino.

Berbeda dengan Tomi, sahabatnya Rege memiliki tugas yang tak kalah pentingnya. Rege boleh dibilang gajah paling pandai dan lucu. Nama Rege diberikan sesuai dengan kelebihan yang dimilki, menari.

Rege adalah gajah yang pandai berjoget. Dia memiliki tugas untuk melatih para sahabatnya dalam berjoget. Setiap diputarkan lagu-lagu dangdut, dengan perintah seorang pawangnya, Rege akan menunjukan kemampuannya untuk berjoget.

“Rege selama ini bertugas melatih gajah lainnya untuk dapat menari. Latihan ini cukup sulit, mengingat gajah harus menyelaraskan goyangan tubuhnya dengan alunan musik yang diputar. Selama ini baru Rege yang mampu berjoget ria diiringi irama musik,” kata Muslino mengenang kecerdasan satwa bongsor itu.

Muslino menanbahkan, Rege selama ini juga selalu berkeliling ke sejumlah kota di Riau. Rege dibawa tim khusus untuk menghibur masyarakat. Setiap kali Rege tampil, selalu saja mendapat sambutan hangat dari warga.

“Rege ini baru hitungan sepekan ini kembali ke basecamp kita. Sebelumnya dia keliling kota untuk memberikan hiburan. Kini kita kehilangan Rege yang pandai menari itu,” kata Muslino.

Kini kasus kematian kedua gajah pandai dan lucu itu tengah diusut Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di bawah naungan Departemen Perhutanan (Dephut).
(cha/ddt)
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews



sumber :http://kaskus.us/showthread.php?t=1861609

www.wijayafm.blogspot.com