Senin, 18 Januari 2010

[KEREN GAN] Pesawat Sayap Miring Buatan NASA






Mungkin agan-agan udah ada yg pernah tau, karena ini bukan berita baru. Nasa membuat pesawat dengan konsep unik yaitu dengan sayap miring yang di beri nama NASA AD-1. NASA AD-1 adalah sebuah pesawat dan sekaligus program pengujian yang dilakukan antara tahun 1979 dan 1982 di NASA Dryden Flight Research Center, Edwards California, yang berhasil menunjukkan sayap pesawat terbang yang dapat berputar miring dari nol sampai 60 derajat selama penerbangan.
Spoiler for Pesawatnya:

http://static.howstuffworks.com/gif/conquer-air-and-space-404b.jpg

Spoiler for Pesawatnya:
http://www.diseno-art.com/images_2/NASA_AD-1_side.jpg
http://www.diseno-art.com/images_2/NASA_AD-1.jpg


Sayap miring yang unik didemonstrasikan pada pesawat penelitian kecil bermesin subsonik jet penelitian yang disebut AD-1 (Ames Dryden -1). Pesawat diterbangkan 79 kali selama program penelitian, yang dievaluasi adalah poros dasar konsep sayapnya dan mengumpulkan informasi tentang kualitas penanganan dan aerodinamis pada berbagai kecepatan dan derajat poros.

orang Pertama yang diketahui mendesain sayap miring adalah Blohm & Voss, yang diusulkan oleh Richard Vogt pada 1942. Konsep Sayap miring ini kemudian dipopulerkan oleh Robert T. Jones, seorang insinyur penerbangan di NASA's Ames Research Center, Moffett Field, California.
Spoiler for Robert T. Jones
:
http://history.nasa.gov/SP-4305/p280a.jpg

Analisa dan studi tembusan angin Jones yang dimulai di Ames menunjukkan bahwa ukuran pesawat angkut 'sayap miring', yang terbang dengan kecepatan hingga Mach 1,4 (1,4 kali kecepatan suara), akan jauh lebih baik sistem aerodinamisnya daripada pesawat dengan sayap yang konvensional. Pada kecepatan tinggi, baik subsonik maupun supersonik, sayap itu akan diputar hingga 60 derajat merapat ke badan pesawat untuk mendapatkan kecepatan yg maksimal. Studi menunjukkan sudut-sudut ini akan menurunkan aerodinamis, sehingga memungkinkan peningkatan kecepatan dan jarak yg lebih jauh dengan pengeluaran bahan bakar yang sama.
Spoiler for perputaran sayapnya:
http://www.dfrc.nasa.gov/gallery/Graphics/AD-1/Medium/EG-0002-01.gif


Pada kecepatan rendah, selama lepas landas dan pendaratan, sayap itu akan tegak lurus terhadap badan pesawat seperti sayap konvensional untuk memaksimalkan pengangkatan dan kontrol. Ketika pesawat sudah mulai cepat, sayap akan berputar dengan meningkatkan sudut kemiringan, sehingga mengurangi hambatan dan menurunkan konsumsi bahan bakar. Sayap hanya bisa menyapu dalam satu arah, dengan ujung sayap kanan bergerak ke depan.

Yang menerbangi pesawat pada penerbangan pertamanya pada 21 Desember 1979, adalah pilot penelitian NASA Thomas C. McMurtry, yang juga merupakan pilot pada penerbangan terakhirnya pada 7 Agustus 1982. pilot penguji terkenal lainnya yang terlibat dalam proyek ini adalah Pete Knight.


Spoiler for salah satu pilotnya:
http://www.dfrc.nasa.gov/Gallery/Photo/Pilots/Small/ECN-20821A.jpg


Ukuran AD-1 adalah 38,8 kaki (11,8 m) panjangnya dan memiliki lebar sayap 32,3 kaki (9,8 m). pesawat ini terbuat dari plastik yang diperkuat dengan fiberglass, yang berada ditengah2nya dipisahkan oleh busa kaku inti. pesawat ini memiliki berat bruto 2.145 pon, dan berat kosong 1.450 pon

Program penelitian untuk membuat konsep sayap miring adalah khas setiap proyek NASA yang berisiko tinggi. Tujuan dasar dari proyek AD-1 adalah untuk meneliti karakteristik kecepatan rendah dari konfigurasi sayap miring.

AD-1 melakukan penerbangan pertamanya pada akhir tahun 1979. Sayap itu berputar secara bertahap selama 18 bulan sampai penuh sudut 60-derajat dicapai pada pertengahan 1981. kemudian pesawat diterbangkan kembali setahun setelahnya, untuk mendapatkan data dari berbagai kecepatan dan kemirinagn sayap sampai penerbangan akhirnya pada bulan Agustus 1982.

Setelah penelitian penerbangan yang dilakukan, Jones menganggap sayap miring sebagai konsep angkutan yang layak untuk melintasi samudra atau tarnsportasi benua besar. secara Khusus walaupun berkecepatan rendah, dengan biaya penelitian yang kecil, tapi menunjukkan keelastisan diudara dan efek penggabungan bailng2 yang menutupi kekurangannya yaitu kontrol yg berat pada kemiringan sayap diatas 45 derajat.
Spoiler for dari bawah:
http://www.diseno-art.com/images_2/NASA_AD-1_under.jpg

Jadi, meskipun struktur AD-1 diperbolehkan penyelesaiannya pada program untuk tujuan teknis, tp masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dari sayap miring dalam hal transonik utk menilai efek kompresibilitas, mengevaluasi struktur yang lebih representatif, dan menganalisa kinerja penerbangan pada kecepatan transonic .

Setelah menyelesaikan program pengujian, AD-1 dipensiunkan dan sekarang berada pada pameran di Hiller Aviation Museum di San Carlos, California.

videonya nih gan:





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3130413

www.wijayafm.blogspot.com