Senin, 18 Januari 2010

Keamanan di Haiti Tak Terkendali






Memasuki hari keenam pascagempa di Haiti, bantuan makanan dari dunia internasional hingga Senin (18/1) belum juga tersalurkan dengan baik. Kondisi ini tak ayal membuat aksi penjarahan makin merajalela hampir di seluruh pelosok Kota Port au Prince.





Saat pemerintah berusaha menyelamatkan warganya yang tertimpa gempa, situasi keamanan di Haiti tidak terkendali. Penjarahan makin meluas di seluruh pelosok hingga memaksa polisi melepaskan tembakan ke arah warga.


Jika sebelumnya aksi ini bebas dilakukan, kali ini penegakan hukum mulai dilaksanakan. Polisi yang mulai bertugas tak segan-segan melayangkan pukulan keras terhadap para penjarah tersebut. Tak jarang tembakan peringatan dilepaskan guna membubarkan massa. Akibat aksi ini, seorang remaja terluka akibat terkena tembakan.

Sementara itu, proses penyelamatan terus dilakukan tim SAR dibantu warga. Sejauh ini baru 70 ribu mayat berhasil ditemukan. Sedangkan menurut perkiraan awal, gempa berkekuatan 7 skala Richter itu menelan sedikitnya 200 ribu korban jiwa.

Bantuan dari dunia internasional hingga kini terus berdatangan. Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton mewakili PBB tiba di Bandar Udara Haiti dengan membawa bantuan kemanusiaan. Clinton didampingi putrinya membawa sejumlah bantuan berupa dokter, relawan dan bantuan makanan untuk para korban bencana. Ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rene Preval.(IAN)


sumber :

www.wijayafm.blogspot.com