Jumat, 15 Januari 2010

Ayah Bakar Kemaluan 2 Anak Kandungnya !!!





http://posmetro-medan.com/photo/1263526951kkkkkkkkkkkkkk4.jpg



MEDAN-Harimau saja tak mau membantai anaknya. Tapi Roni (31) tega menyiksa 2 anak perempuannya yang masih kecil. Penyiksaan berkali-kali itu terjadi usai Roni pisah dengan isteri mudanya, Ny. Julianingsih (26), dua bulan terakhir ini.

Penyiksaan terhadap Dini Safitri (6) dan Lira Fima (4) -bocah-bocah malang itu, terjadi di rumah Roni hidup -kembali- bersama isteri tuanya, Ny. Susilawati (30), di Jl. Makmur, Pasar VII, Gg. Karya, Dusun/Link. VII, Kel. Sambirejo Timur, Kec. Percut Seituan, Deli Serdang. Roni, tukang las itu, kemarin (14/1) dibekuk polisi dari bengkel tempatnya bekerja, depan gedung Perguruan Prayatna, Jl. Letda Sujono, Medan Tembung.

Drama kesadisan ayah biologis ini terungkap kemarin (14/1) pagi seiring Norma (28), tetangga Roni, mendengar Lira kembali menangis kesakitan. Norma, tetangga setembok dengan rumah Roni, diam-diam mengaku berkali-kali menyaksikan kesadisan lelaki bertato gambar wanita di dada itu.

Puncaknya, kemarin pagi sekira pukul 08.30 WIB. Ceritanya, pagi itu Norma batal memandikan anaknya. Itu karena dari balik dinding kamar mandinya yang tembus ke kamar mandi Roni, Norma mendengar Lira sesunggukan menangis. Tahu Roni dan isteri tuanya, Susi, pergi kerja, Norma lalu memanggil Andre, anak ketiga Roni dengan Susi.

“Waktu Andre saya tanya, katanya kemaluannya sakit. Pas saya lihat rupanya (kemaluannya) udah banyak luka baker bekas api rokok. Wajahnya juga lembam-lembam,” terang Norma soal kondisi Lira.

Norma lalu membopong Lira ke rumah tetangganya, Nek Mis. Bersama nenek itu, Norma lalu melaporkan kondisi Lira pada Kepling (VII) mereka, Suin (54). Warga yang kemudian heboh, lalu membawa Lira dan kakaknya, Dini -juga luka- ke kantor Desa Sambirejo, selanjutnya ke Mapolsek Percut Seituan.

“Saya sudah sering bilang sama tetangga kalau Roni itu sering mukuli 2 anaknya ini. Tapi mereka (tetangga) tidak percaya,” kata Norma. Ia kesal karena temuan sadis itu seperti terlambat. Norma mengaku hampir saban malam mendengar Roni memukuli 2 anaknya itu. “Kalau saya bilang seperti menu wajib. Kalau dia pulang (kerja) malam pasti anaknya dipukul.”

Karena itu, asal Roni didengarnya pulang malam ke rumah, “Saya langsung buru-buru ke belakang, mengintip dari balik dinding kamar mandiku yang langsung tembus ke kamar mandi mereka. Pernah saya lihat dia mukul pipi anak itu, pakai (kayu) balok juga saya pernah lihat dia mukul anaknya, waktu itu habis Maghrib.” Norma mengaku hanya sebentar mengintip aksi sadis Roni karena tidak tega melihat 2 anak kecil itu disiksa. Bahkan, sambungnya, “Saya juga pernah melihat Lira dan Dini (disiksa) tidur di depan kamar mandi.”

Kesadisan Roni bukanlah sesuatu yang mengejutkan bagi para tetangganya. Setidaknya, itu diakui Kepling Suin. Menurutnya, di lingkungannya Roni dikenal gemar mabuk dan berperangai kasar. “Sifatnya tak mencerminkan sifat seorang bapak. Pokoknya sifatnya tak patut dicontoh lah,” ungkap Suin.

Pengakuan hampir senada juga dilontar Fitra, bocah 7 tahun kawan bermain 2 bocah malang itu. “Orang (Lira dan Dini) itu dikurung terus Om, tak pernah dikasih keluar rumah sama bapaknya. Tiap hari mereka selalu nangis dipukuli bapaknya sampai terberak-berak,” ungkap polos Fitra saat ditanya POSMETRO MEDAN.

Bahkan kemarin malam, sebelum kisah terungkap, seorang kakek 60 tahun yang tinggal dekat rumah Roni, mengaku mendengar Lira dan Dini menangis akibat dipukuli ayah kandungnya. “Tadi malam saja, sampai (pukul) setengah 3 pagi anaknya masih dihajar, mereka menjerit-jerit. Terkadang suara hantukan keras kepalanya ke dinding terdengar sampai ke rumah saya,” kata S. Bangun, kakek itu.

Polisi Sebut 2 Korban Juga Diperkosa

Setiba dibawa ke Mapolsek Percut Seituan, polisi segera membawa Lira dan Dini ke RSU Pirngadi guna visum. Sedikitnya, 5 luka bekas bakar ditemukan di seputar kulit kemaluan Lira. Itu selain luka di wajah akibat dipukul atau ditendang. Dini juga tak jauh beda. Bahkan, “Kata anak-anak itu, bapak mereka pernah memasukkan kemaluannya ke kemaluan anak-anak, gawat kali bah!” aku seorang polisi, tercengang.

Dua bocah teraniaya itu tampak terduduk lesu saat dibawa kembali ke Mapolsek Percut Seituan. Hasil pemeriksaan sementara, selain dipukuli hingga kemaluan mereka dibakar lewat bara rokok, “Kedua korban diduga juga sudah dicabuli, diperkosa,” kata Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jumainur melalui Kanit Reskrim Iptu Yon Edi Winara pada POSMETRO MEDAN.

Karena itu, hingga kemarin Roni masih diperiksa polisi. Ia mengaku menyiksa 2 darah dagingnya itu dengan menggunakan bara rokok dan kayu balok. Katanya, itu dilakukannya karena dongkol alias geram melihat prilaku Lira dan Dini. “Kadang mereka susah disuruh makan Bang, yang paling jengkel Lira sering buang air besar di celana, udah diajarin pun dia nggak mau ngerti juga,” celoteh Roni saat diwawancarai POSMETRO MEDAN. (sahala/widya




sumber :http://posmetro-medan.com/index.php?open=view&newsid=14745
www.wijayafm.blogspot.com