Senin, 23 November 2009

Gawat, 13 Kecamatan Endemis Kaki Gajah !!!





http://4.bp.blogspot.com/_GxuemnBfQlA/Swrn_4t88kI/AAAAAAAAAlY/Ujqqq20uOBs/s1600/1819432p.jpg



Puluhan warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang tersebar di 13 kecamatan ditemukan menderita penyakit kaki gajah. Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Mursyidah, Senin (23/11), mengatakan, karena banyak warga yang menderita penyakit itu, maka ke-13 kecamatan tersebut dinyatakan sebagai endemis penyakit kaki gajah.

Ke-13 kecamatan yang dinyatakan sebagai endemis kaki gajah dan secara rutin dilakukan tes dengan mengambil sampel darah warga pada malam hari itu antara lain adalah Kecamatan Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Bantur, Pagak, Gondanglegi, Ngajum, Dau, Pujon, Gedangan, dan Pagak.


http://surabaya.detik.com/images/content/2008/08/26/466/kakiGajah1_dlm.jpg


“Dari 13 kecamatan itu ditemukan adanya 29 orang penderita kaki gajah. Namun, baru-baru ini kami melakukan tes kembali dan mengambil sampel darah terhadap 100 orang warga, tidak ditemukan penderita baru alias negatif,” papar Mursyidah.

Meski tidak ditemukan adanya penderita baru atau dari sampel yang diambil dinyatakan negatif, lanjut Mursyidah, pihaknya tetap menurunkan tim survei untuk mengontrol penyebaran penyakit yang disebabkan telur mikro filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk itu.

Data dari Dinkes Kabupaten Malang disebutkan, sejak tahun 2002 di daerah itu sudah ditemukan 29 penderita penyakit kaki gajah. Dari 29 penderita tersebut, tujuh orang di antaranya meninggal akibat lanjut usia dan penyakitnya menyerang alat vital, sedangkan dua orang lainnya kakinya harus diamputasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Malang Mulyatim Koeswo mengakui, sampai saat ini pihaknya belum menemukan mikro filaria pada nyamuk yang menularkan penyakit kaki gajah. Namun secara klinis penyakit kaki gajah memang ada dan Kabupaten Malang menjadi daerah endemis. Berdasarkan kelompok umur, penderita kaki gajah sebagian besar berusia dewasa hingga lanjut usia, hanya tiga dari 29 penderita yang menyerang remaja.


http://www.rumahzakat.org/images/kaki-gajah.jpg


Ketiganya itu adalah UN (12) warga Tumpakrejo Kecamatan Gedangan, AL (11) warga Tegalweru Kecamatan Dau, dan FI (17) warga Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi.

“Penyakit kaki gajah kami ketahui setelah penderita memeriksakan diri ke puskesmas,” kata Mulyatim.

Guna mengantisipasi merebaknya penularan penyakit kaki gajah serta melacak penyebabnya, selain melakukan uji sampel darah penderita dan warga pada malam hari Dinkes juga memberikan salep antijamur dan pengobatan dengan dietyl carbamacyl cytrat (DCC) selama 10 hari serta pemberian obat abendasol.

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh gigitan nyamuk mansonia, anopheles, dan aides yang menularkan micro filaria (cacing filaria) pada tubuh manusia. Setelah cacing itu hidup di tubuh manusia, maka penderita yang terserang mengalami gejala panas disertai demam selama sekitar satu minggu, ngilu pada bagian tulang, gatal-gatal, sakit kepala dan sakit otot. Masa inkubasi cacing filariasis memerlukan waktu 28 hari.

Sumber : Kompas





www.wijayafm.blogspot.com