Jumat, 17 Juli 2009

Duh… Bambang Dua Kali Jadi Korban Ledakan JW Marriott






http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/07/195842p.jpg?w=298&h=225

JAKARTA, KOMPAS.com — Bambang Trianto (30) adalah salah satu korban luka dalam ledakan bom di Hotel JW Marriott hari Jumat (17/7) pagi tadi. Ternyata, ia juga adalah korban luka pada kasus peledakan bom di hotel yang sama tahun 2003.


Hingga sore ini, dia masih dirawat di Rumah Sakit Jakarta. “Ia adalah juga korban pada tahun 2003 di JW Marriott. Di sana ia adalah petugas keamanan,” kata Vivi, staf Humas Yayasan 58, pihak yang menangani korban-korban JW Marriott kepada para wartawan, Jumat di RS Jakarta.


Menurut Vivi, Bambang yang tinggal di Jalan Praja, Jakarta Selatan, itu saat kejadian berada di Lantai 1 JW Marriott. Ia sedang bersiap untuk gantian jaga. “Ia sempat pingsan saat kejadian. Tidak ada luka-luka. Hanya shock aja,” ujar Vivi.


Menurut pemantauan Kompas.com, Bambang yang tiba ke rumah sakit dengan mobil ambulans Rumah Sakit Daerah Koja tampak terpukul. Wajahnya pucat. Saat dibawa dengan kereta dorong, Bambang masih berpakaian lengkap, kemeja lengan panjang putih, celana panjang hitam. Jas dan dasi merah terpisah, tidak ia pakai.


Yang menarik, pada kedua tangannya yang mencengkeram tampak bekas luka bakar yang cukup parah. “Betul itu adalah luka di saat ia menjadi korban ledakan JW Marriott yang lalu,” ujar Vivi.


Terkait dengan bekas luka ini, Yanto membenarkan bahwa bekas luka tersebut berasal dari ledakan JW Marriott sebelumnya. Ia mengatakan, pada saat itu Bambang mengalami luka bakar sekujur badan. Ada daging yang hilang. “Proses penyembuhannya sekitar satu tahun di RS Pusat Pertamina,” kata Yanto.


Kemudian, ia menambahkan, saat ini Bambang yang belum berkeluarga akan dirawat inap selama dua hari. “Dia menghirup banyak asap dan badannya lemas. Selain itu ia juga trauma,” kata Yanto.

Lebih jauh, Vivi mengatakan bahwa Bambang ditangani dengan baik. “Alhamdulillah sudah baik. Depkes bertanggung jawab untuk penanganan awal, untuk biayanya. Sebentar lagi, Bambang akan dipindah ke ruang atas (ruang perawatan),” kata Vivi.


Hal tersebut dibenarkan Bambang sendiri. “Lumayan,” ketika ditanya wartawan dengan wajah yang terlihat terpukul saat keluar dari ruang rontgen. Bambang adalah korban ke-15, atau yang terakhir di RS Jakarta.


Ada beberapa data korban yang dikoreksi rumah sakit. Pertama, Edward Thielsen, koki berwarga negara Kanada semula diberitakan bekerja di Airlangga, ternyata di Sailendra Kitchen, JW Marriott.


Kedua, korban yang semula ditulis Adri (23) ternyata bernama Andri (23).



www.wijayafm.blogspot.com