Rabu, 22 Juli 2009

Ditolak Dokter, Pecandu Alkohol Meninggal





http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/07/article-1200692-05c477fe000005dc-734_468x326.jpg?w=468&h=326

London (BCZ) Seorang pemuda di Inggris yang menjadi pecandu alkohol saat masih bocah meninggal dunia setelah para dokter menolak memberikan donor liver kepadanya.


Gary Reinbach (22) mulai kecanduan alkohol ketika ia berusia 13 tahun saat sering membolos dari sekolah. Kecanduannya semakin menjadi-jadi dan ketika ia berusia 17 tahun, ia bisa menghabiskan delapan botol bir sehari ditambah dengan sebotol vodka. Efek dari minuman beralkohol ini membuat livernya rusak dan diharuskan untuk menjalani tranplantasi ginjal jika masih ingin hidup di dunia.


Namun tindakan transplantasi ini ditolak oleh para dokter yang memperkirakan ia hanya akan bisa bertahan hidup selama enam bulan setelah transplantasi dilakukan mengingat kondisi fisik dan kerusakan yang parah akibat alkohol di dalam tubuhnya.


”Gary kesakitan sekali. Ia sering bertanya berapa lama lagi ia bisa hidup. Kami hanya bisa berpegangan tangan dan menangis bersama saat itu,” kata Madeline Reinbach, ibu Gary.


”Ia masih ingin tetap hidup. Segala perintah dokter ia lakukan untuk menunjukkan keinginannya tersebut. Ketika dokter memerintahkan untuk berhenti merokok dan istirahat di tempat tidur, ia melakukan hal tersebut dengan patuh. Namun ia tidak bisa membuktikan betapa besar keinginannya untuk tetap hidup karena ia terlalu lemah untuk disuruh pulang,” tambahnya.


Gary merupakan pasien termuda yang meninggal dunia di Inggris akibat kerusakan liver yang diakibatkan oleh alkohol.


”Para dokter membuat keputusan yang sangat sulit saat menolak untuk memberikan donor liver kepadanya, karena mereka harus benar-benar mempertimbangkan manfaat donor tersebut dan siapakah yang paling cocok untuk mendapatkan bantuan yang sangat berharga tersebut,” tutur seorang petugas pelayanan transplantasi dan donor darah NHS. (jhs)KEPRITODAY.COM


www.wijayafm.blogspot.com